Curhatan Wanita Berjilbab - Terkadang saya merasa heran dengan mereka, yaa. Mereka yang senantiasa bertanya tanya tentang diriku.Tentang jilbab yang kukenakan. aku dianggapnya aneh, dan tentu mereka beranggapan pakaian yang kukenakan ribet, kolot, dan tentu akan mengengkang kebebasanku.
Ini kutulis dan kusebarkan kedunia agar mereka paham dan mengerti keluhan dari "jiwa ku". sebenarnya saya tidak mau, namun semoga mereka sadar akan kecamuk camuk yang sudah membuat mereka "lalai" dan "lari" dari ketidak mau tahuan tentang berhijab.
SAYA INGIN TAAT, MAKA BANTU SAYA untuk TETAP TAAT
Jibab yang kukenakan ini bukan untuk siapa siapa. dan bukan juga untuk mengikuti "trend" berbusana muslimah yang hanya sekedar mengejar fashionable. jilbab yang kukenakan ini adalah keinginan ku untuk taat pada Rabb ku, Pada Allah SWT, bukan kepada yang lain. meski awalnya aku juga merasa susah sendiri. namun begitulah ketaatannya. akan selalu dihiasi oleh duri dan onak ditengah untuk sendirinya. selain onak atau duri, jalannya juga berliku dan memiliki banyak lorong atau cobaan. dan tentu aku ingin berada pada jalur yang benar. jalur yang benar bagi seorang muslimah adalah menutupi dirinya dengan jilbab.
Aku ingin taat, maka, bantulah aku untuk taat, jangan mencibir aku, dan akupun sangat menginginkan engkau saudariku untuk mengenakan Jilbab sama seperti diriku dan mengenakan pakaian seperti ku, pakaian yang telah diwajibkan untuk wanita dari Allah SWT.
JILBAB YANG KUKENAKAN BUKAN LAH LAMBANG DARI KESEMPURNAANKU
Sering aku mendengar dan risih, banyak yang mengaitkan jilbab dan prilaku, banyak yang bilang "percuma berjilbab jika kelakuan tidak baik" maka aku pun berfikiran, karna untuk memperbaiki prilaku kita perlu menggunakan tahap. maka sebaiknya kita mengenakan hijab dulu untuk menutupinya baru kita akan memperbaiki prilaku kita supaya kita jadi seperti pakaian dan hijab yang kita kenakan.
Berbuat baik itu tidak meski menunggu sempurna. Karena memang hidup kita tidak sempurna, kita manusia yang lemah, bisa dipenuhi cacat dan tentunya kita tidak akan pernah menjadi baik kalau menunggu menjadi pribadi yang "sempurna"
Jilbab yang kukenakan bukan berarti aku lolos dengan semua ujian. Bukan tandan bahwa aku telah mampu melewati segala halang rintang. jika aku dengan Jilbabku pernah tersilap kata-kata yang menyakiti, itu bukan berasal dari jilbab yang kukenakan. itu murni dari ketidakmampuanku menjaga lisan ku pada waktu. itu datang dari kelalaianku menjaga perkataan ku pada waktu itu. aku hanya berusaha menjadi yang lebih baik.
Bukti bahwa aku masih terus menjadi orang yang baik adalah dengan mengenakan jilbab ku ini. Anda perlu tahu, bahwa jilbab bukanlah puncak dari kebaikan itu. namun, dia adalah bagian dari kebaikan itu. masih banyak kebaikan yang lain. tapi kita perlu tahu bahwa jilbab adalah "KEWAJIBAN"


0 komentar:
Posting Komentar